5 Hal Dari Kekalahan Indonesia Di Final AFF 2016

Indonesia baru saja melakoni partai final piala AFF leg kedua dengan menghadapi tuan rumah Thailand pada Sabtu kemarin. Setelah bermain selama 90 menit, akhirnya tim besutan Alfred Reidel ini harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0. Dengan kekalahan tersebut, Indonesia gagal untuk kesekian kalinya menjadi juara AFF karena kalah aggregate 2-3 dari Thailand. Sebagaimana kita tahu, pada pertandingan pertama yang digelar di stadion Pakansari, Indonesia berhasil menang 2-1 dari Thailand. Akan tetapi, asa Indonesia pupus setelah mereka kalah. Dalam berita PSSI Sindonews, ada beberapa hal yang harus kita cermati dari kekalahan Indonesia tersebut. Apa saja?

Bukan waktu untuk saling menyalahkan

Advertisement

Kekalahan memang wajar bila menghasilkan kekecewaan. Begitupula pertandingan kemarin. Suporter Indonesia tentu berharap bahwa tim nasionalnya akan memenangkan laga dan menjadi juara AFF untuk pertama kalinya. Akan tetapi, malang tidak dapat ditolak. Berbagai berita PSSI mengabarkan bagaimana amarah pendukung Indonesia yang meluap karena kekalahan tersebut. Kekalahan ini bukanlah waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Justru adalah waktu yang tepat untuk kembali berbenah dan menata kompetisi tahun depan dengan jauh lebih baik. Kita tahu bahwa Indonesia baru saja bebas dari sanksi yang diberikan FIFA.

Faktor fisik

Hal lain yang dapat dianggap sebagai salah satu biang kekalahan Indonesia dari Thailand adalah faktor fisik. Tidak bisa dipungkiri bahwa fisik pemain Thailand secara umum lebih unggul daripada pemain Indonesia. Mereka memiliki postur yang lebih tinggi dan kekuatan bodi yang lebih besar. Disisi yang lain, mepetnya waktu istirahat juga dianggap tidak bisa mengembalikan stamina pemain Indonesia dengan prima. Sebagaimana dilansir oleh berita PSSI Sindonews para pemain hanya memiliki waktu istirahat penuh selama 2 hari sebelum melakoni partai final tersebut.

Advertisement

Trauma masa lalu

Tidak bisa dipungkiri bahwa para punggawa tim nasional Indonesia masih di hantui oleh beberapa trauma masa lalu. Indonesia memang sudah bertemu Thailand dari beberapa pertandingan. Akan tetapi, dari beberapa pertandingan yang dijalani, memang Thailand nampak lebih unggul daripada Indonesia. Faktor inilah yang sedikit mengganggu mental Indonesia. Adanya bayangan kekalahan dari rekor yang buruk membuat para pemain lebih susah untuk berkonsentrasi. Hasilnya? Sebagaimana dilansir berita PSSI, permainan Indonesia tidak dapat berkembang dan akhirnya mereka menelan kekalahan.

berita PSSI Sindonews

Thailand terbaik di Asia Tenggara

Kemenangan Thailand mungkin sudah di prediksi oleh beberapa orang sebelumnya. Sebagaimana disebutkan berita PSSI, Thailand merupakan salah satu tim terkuat dan terbaik yang ada di Asia Tenggara. Mereka memiliki kompetisi lokal yang cukup bergengsi dan melahirkan pemain-pemain tim nasional yang handal. Selain itu, secara rekor, Thailand merupakan negara dengan gelar juara piala AFF terbanyak dengan 5 kali kemenangan. Tentu saja faktor ini menjadikan mental bertanding mereka lebih tinggi dan dapat memainkan pertandingan dengan lebih baik.

Salah ekspektasi

Memberikan harapan yang tinggi tentu sah-sah saja untuk dilakukan. Akan tetapi, ekspektasi yang salah dapat membuat kekecewaan menjadi lebih buruk saat dirasakan. Nampaknya, pendukung Indonesia memiliki ekspektasi yang salah terhadap tim nasional mereka. Ya, sebagaimana dilansir berita PSSI Sindonews sebelumnya, tim Indonesia disiapkan dengan waktu yang relative mepet. Selain itu, adanya pembatasan pemain dari klub membuat pelatih kepala merasa lebih kesulitan untuk memilih pemain terbaiknya. Ditambah lagi, beberapa pemain yang nampak baru dan belum bisa stel dengan formasi yang ada.

Advertisement