Apakah Rokok Elektrik Ini Aman?

Rokok elektrik memang sekarang ini sedang menjadi sebuah fenomena baru untuk masyarakat Indonesia. banyak orang yang beralih ke rokok ini karena menganggap cara merokok yang seperti ini lebih trendi dan lebih aman tanpa mengurangi kenikmatan merokok. Namun yang sekarang menjadi pertanyaan ialah apakah rokok ini aman? Menurut pimpinan perusahaan pembuat rokok elektronik ini produk buatannya aman dibandingkan dengan tembakau.

Namun banyak yang berpendapat jika rokok ini masih aman karena efek jangka panjangnya belum di uji klinis. Para peneliti di beberapa universitas terkenal pun menemukan jika rokok ini memiliki kandungan logam beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan rokok biasa. Ada beberapa instansi nasional hingga internasional yang ikut menanggapi peredaran rokok ini.

Advertisement

Berikut beberapa instansi yang menanggapi peredaran rokok elektrik, antara lain:

  1. BPOM. BPOM sudah memberikan peringatan jika rokok elektronik yang berada di pasaran merupakan produk legal yang belum sepenuhnya terbukti keamanannya. Menurut BPOM sendiri, rokok ini memiliki kandungan nikotin cair serta bahan pelarut. Bila semua bahan dipanaskan senyawa tersebut akan mengakibatkan kanker,
  2. WHO. WHO juga merilis anjuran untuk tidak menggunakan rokok ini di dalam ruangan karena rokok ini dapat mengeluarkan racun layaknya rokok biasa walaupun tidak mengeluarkan asap, uap dari rokok juga memiliki kandungan zat kimia yang begitu berbahaya dan dapat menimbulkan polusi udara. WHO pun juga menganjurkan agar tidak menjual rokok ini pada anak-anak yang berusia dibawah 18 tahun.

Vapor Rokok Elektrik

Advertisement

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa saja kandungan yang berada di dalam rokok elektronik ini? Rokok ini merupakan alat penguap yang memiliki tenaga baterai dan bisa menimbulkan sensasi seperti saat merokok tembakau. Tampilan dari rokok ini bahkan ada yang menyerupai seperti rokok pada umumnya, ada juga yang di desain berbeda. Rokok ini dipatenkan oleh apoteker yang berasal dari Tiongkok di tahun 2003 dan kemudian dipasarkan di tahun 2004 melalui perusahaan yang bernama Ruyan.

Di dalam rokok terdapat tabung yang berisikan larutan cairan yang dapat di isi ulang. Larutan ini memiliki kandungan nikotin hingga perasa, larutan ini pun dipanaskan dan muncul uap seperti asap. Berikut kandungan lengkap dari rokok elektronik, antara lain:

  1. Gliserin. Gliserin merupakan cairan kental yang tidak memiliki warna dan bau. Zat ini sering dipergunakan untuk perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis ini dianggap tidak beracun dan sering digunakan untuk industri makanan. Gliserin memilik fungsi sebagai pengantar rasa,
  2. Propilen. Propilen adalah cairan senyawa yang tidak memiliki warna dan bau. Propilen ini memiliki rasa manis. FDA menyatakan Propilen ini aman bila dipergunakan dengan kadar yang rendah,
  3. Nikotin. Nikotin adalah zat yang berada di tembakau. Nikotin memiliki fungsi sebagai obat perangsang dan memberi efek candu.

Memang, hingga saat ini pun status keamanan yang dimiliki oleh rokok elektrik terlebih untuk jangka panjangnya masih diperdebatkan dan diperbincangkan secara hangat karena klaim yang dikemukakan oleh produsen rokok belum sepenuhnya bisa dibuktikan. Beberapa penelitian terbaru pun mengatakan jika rokok ini dapat memicu infeksi paru-paru hingga meningkatkan resiko asma, jantung dan penyakit lainnya. Langkah yang paling tepat yang harus Anda lakukan sekarang ini ialah menghindarinya karena bagaimanapun juga keamanan dari rokok ini belum sepenuhnya bisa dibuktikan. Lebih baik kita sepenuhnya tidak bergantung pada zat apapun juga termasuk nikotin.

Advertisement